Batal Shaum Secara Sengaja. Sumber gambar: http://ekosusilo.com

Batal Shaum Ramadhan?

Salam para pemirsa๐Ÿ˜€

Bertepatan dengan datangnya bulan suci Ramadhan ini, saya akan berbagi dengan para pembaca sekalian tentang seputaran shaum Ramadhan. Namun sebelum itu saya ucapkan selamat menunaikan ibadah shaum Ramadhan 1435H semoga ibadah shaumnya berkah :))

Oke, tanpa berlama-lama lagi saya akan mulai berbaginya.Apa yang saya bagikan disini tentu saja sudah diketahui oleh banyak orang, informasi yang saya bagi ini juga menggunakan referensi dari berbagai sumber jadi apabila ada kesalahan mohon koreksinya๐Ÿ™‚

Langsung saja, kali ini saya akan berbagi tentang masalah apakah batal shaum Ramadhan dengan disengaja itu diperbolehkan? Bisa diganti kah? Atau bagaimana?

Mungkin banyak di masyarakat kita yang sudah berusia baligh namun ketika menjalankan shaum terkesan asal-asalan.ย  Asal-asalan yang saya maksud adalah terkadang ada yang dengan sengaja membatalkan shaum nya hanya alasan lapar & haus. Ya namanya juga shaum, semua orang pastilah merasa lapar & haus dan kebanyakan orang bisa melakukanya hingga magrib.

Kembali ke topik awal tadi, apakah boleh batal secara sengaja pada shaum Ramadhan? Secara hukum, shaum Ramadhan sendiri bersifat wajib atas setiap individu. Seperti yang sudah dituliskan di dalam al-qur’an surat Al-Baqoroh: 183 yang berbunyi:

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู ุงู„ุตูู‘ูŠูŽุงู…ู ูƒูŽู…ูŽุง ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ูŽู‘ูƒูู…ู’ ุชูŽุชูŽู‘ู‚ููˆู†ูŽ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. Al-Baqarah: 183)

Bahkan shaum ini juga terdapat pada rukun Islam. Seperti pada sabda Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam:

ุจูู†ููŠูŽ ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฎูŽู…ู’ุณู: ุดูŽู‡ูŽุงุฏูŽุฉู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุฃูŽู†ูŽู‘ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู‹ุง ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูุŒ ูˆูŽุฅูู‚ูŽุงู…ู ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉูุŒ ูˆูŽุฅููŠุชูŽุงุกู ุงู„ุฒูŽู‘ูƒูŽุงุฉูุŒ ูˆูŽุงู„ุญูŽุฌูู‘ุŒ ูˆูŽุตูŽูˆู’ู…ู ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ

Islam dibangun di atas 5 pondasi: Syahadat Laa ilaaha illallaah, wa anna muhammadan Rasulullah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berhaji, dan puasa ramadhan. (Muttafaq โ€˜alaih).

Dari dalil diatas sudah jelas bahwa ibadah shaum di bulan Ramadhan ini begitu wajib untuk setiap muslim. Lalu bagaimana dengan yang membatalkan shaumnya dengan sengaja? Ada sebuah hadits yang berbunyi:

ุจูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฃูŽู†ูŽุง ู†ูŽุงุฆูู…ูŒ ุฅูุฐู’ ุฃูŽุชูŽุงู†ููŠ ุฑูŽุฌูู„ูŽุงู†ู ููŽุฃูŽุฎูŽุฐูŽุง ุจูุถูŽุจู’ุนูŽูŠูŽู‘ ููŽุฃูŽุชูŽูŠูŽุง ุจููŠ ุฌูŽุจูŽู„ู‹ุง ูˆูŽุนู’ุฑู‹ุง ููŽู‚ูŽุงู„ูŽุง ู„ููŠ: ุงุตู’ุนูŽุฏู’ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุฅูุฐูŽุง ูƒูู†ู’ุชู ูููŠ ุณูŽูˆูŽุงุกู ุงู„ู’ุฌูŽุจูŽู„ู ููŽุฅูุฐูŽุง ุฃูŽู†ูŽุง ุจูุตูŽูˆู’ุชู ุดูŽุฏููŠุฏู ููŽู‚ูู„ู’ุชู: ู…ูŽุง ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ู’ุฃูŽุตู’ูˆูŽุงุชูุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‡ูŽุฐูŽุง ุนููˆูŽุงุกู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู, ุซูู…ูŽู‘ ุงู†ู’ุทูŽู„ูŽู‚ูŽ ุจููŠ ููŽุฅูุฐูŽุง ุจูู‚ูŽูˆู’ู…ู ู…ูุนูŽู„ูŽู‘ู‚ููŠู†ูŽ ุจูุนูŽุฑูŽุงู‚ููŠุจูู‡ูู…ู’ ู…ูุดูŽู‚ูŽู‘ู‚ูŽุฉู ุฃูŽุดู’ุฏูŽุงู‚ูู‡ูู…ู’ ุชูŽุณููŠู„ู ุฃูŽุดู’ุฏูŽุงู‚ูู‡ูู…ู’ ุฏูŽู…ู‹ุง, ููŽู‚ูู„ู’ุชู: ู…ูŽู†ู’ ู‡ูŽุคูู„ูŽุงุกูุŸ ููŽู‚ููŠู„ูŽ: ู‡ูŽุคูู„ูŽุงุกู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ูŠููู’ุทูุฑููˆู†ูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุชูŽุญูู„ูŽู‘ุฉู ุตูŽูˆู’ู…ูู‡ูู…ู’, ุซูู…ูŽู‘ ุงู†ู’ุทูŽู„ูŽู‚ูŽ ุจููŠ ููŽุฅูุฐูŽุง ุจูู‚ูŽูˆู’ู…ู ุฃูŽุดูŽุฏูู‘ ุดูŽูŠู’ุกู ุงู†ู’ุชูููŽุงุฎู‹ุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูŽู†ูู‡ู ุฑููŠุญู‹ุง ูˆูŽุฃูŽุณู’ูˆูŽุฆูู‡ู ู…ูŽู†ู’ุธูŽุฑู‹ุง, ููŽู‚ูู„ู’ุชู: ู…ูŽู†ู’ ู‡ูŽุคูู„ูŽุงุกูุŸ ู‚ููŠู„ูŽ: ุงู„ุฒูŽู‘ุงู†ููˆู†ูŽ ูˆูŽุงู„ุฒูŽู‘ูˆูŽุงู†ููŠ

โ€œKetika aku tidur, (aku bermimpi) melihat ada dua orang yang mendatangiku, kemudian keduanya memegang lenganku dan membawaku ke gunung yang terjal. Mereka mengatakan, โ€˜Naiklah!โ€™ Ketika aku sampai di atas gunung, tiba-tiba aku mendengar suara yang sangat keras. Aku pun bertanya, โ€˜Suara apakah ini?โ€™ Mereka menjawab, โ€˜Ini adalah teriakan penghuni neraka.โ€™ Kemudian mereka membawaku melanjutkan perjalanan. Tiba-tiba, aku melihat ada orang yang digantung dengan mata kakinya (terjungkir), pipinya sobek, dan mengalirkan darah. Aku pun bertanya, โ€˜Siapakah mereka itu?โ€™ Kedua orang ini menjawab, โ€˜Mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum waktunya (meninggalkan puasa).โ€™ Mereka membawaku melanjutkan perjalanan. Tiba-tiba ada beberapa orangย  yang badannya bengkak, baunya sangat busuk, dan wajahnya sangat jelek. Aku bertanya, โ€˜Siapa mereka?โ€™ Kedua orang itu menjawab, โ€˜Mereka para pezina lelaki dan wanitaโ€™.โ€ (HR. Ibnu Hibban, no. 7491; Al-Hakim, no. 2837; Ibnu Khuzaimah, no. 1986; dinilai sahih oleh banyak ulama, di antaranya Al-Albani dan Al-Aโ€™dzami).

Dari hadits diatas sudah di sebutkan terdapat ancaman yang sangat dasyat bagi siapapun yang membatalkan shaum di bulan Ramadhan secara sengaja. Mengapa seperti itu? Karena membatalkan secara sengaja merupakan sebuah perbuatan dosa besar. Bahkan mereka yang membatalkan shaum secara sengaja ini digolongkan kedalam golongan orang-orang yang kufur dan bisa mendapat azab dari Allah SWT.

โ€œโ€ฆ. Barangsiapa membatalkan puasa satu hari dari bulan Ramadhan tanpa alasan dan juga bukan karena sakit, maka dia tidak dapat menggantinya dengan puasa dahr (terus-menerus) meskipun dia melakukannyaโ€ฆ.โ€HR. Bukhari, Fat-hul Baari (IV/161)

โ€œBarangsiapa tidak berpuasa satu hari di bulan Ramadhan tanpa alasan, maka tidak dibolehkan baginya mengerjakan puasa dahr sehingga dia menemui Allah. Jika Allah berkehendak, Dia akan memberikan ampunan kepadanya dan jika Allah berkehendak, Dia akan mengadzabnya.โ€Fat-hul Baari (IV/161)

Karena begitu besarnya dosa apabila membatalkan shaum di bulan Ramadhan secara sengaja sehingga shaumnya tidak dapat diganti pada bulan yang lain diluar Ramadhan.

Meskipun begitu untuk yang sudah kepalang membatalkan shaumnya, ingat bahwa Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Kita masih bisa melakukan taubat nasuha dengan empat syarat, yakni menyesali dosa yang telah diperbuat, menghindari dosa yang sama saat ini, bertekad tidak mengulangi lagi dosa tersebut di masa datang dan jika berkaitan dengan hak orang lain, maka harus ditunaikan. Berhubung shaum Ramadhan ini tidak berkaitan dengan manusia, maka kita hanya bertaubat dengan tiga syarat tersebut.

Wallahu’alam

Referensi:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s